Praktek PTD di SMP Assalam Surabaya

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pelatihan TIK-PTD tingkat Nasional di Sidoarjo

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pelatihan TIK-PTD tingkat Nasional di Bogor

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Praktek PTD di SMPN 103 Jakarta

Mata Pelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (PTD), khususnya untuk SMP RSBI merupakan Mapel baru yang akan diajarkan dan dimasukkan dalam kurikulum SMP ...

Praktek PTD di SMP Surabaya

Untuk memantapkan apa yang diterima dari hasil workshop PTD tingkat Nasional Angkatan ke-6, diperlukan praktek langsung di laboratorium PTD, sehingga nantinya dalam KBM di sekolah masing-masing ...

Bagaimana Membuat Pesawat Dari Styrofoam

Membuat pesawat kertas adalah permainan klasik yang banyak menghibur, biasanya hal itu dilakukan dengan lembaran kosong notebook atau jurnal. Dalam proyek ini mengajarkan Anda untuk melakukan salah satu dari ukuran yang lebih besar dan volume, kita dapat memulai untuk terbang atau membiarkannya menggantung seperti hiasan dari langit-langit ruangan.
Pesawat akan memiliki panjang 50 cm dan lebar 60 cm sayap. Ini terbuat dari papan busa, karton styrofoam memiliki dalam, bahan ini sangat kuat, mudah untuk bekerja dan dipotong. Hal ini banyak digunakan dalam model dan objek desain.

1. Membuat templet (Desain gambar)

* Pesawat memiliki 3 bagian: tubuh, sayap dan spoiler. Bentuk pesawat dapat bervariasi sesuai selera, namun Anda juga dapat mencetak desain ini dan menyesuaikan tindakan mereka untuk mereka di sini dinyatakan.
      * Tubuh pesawat memiliki panjang 50 cm.
      * Sayap memiliki panjang 60 cm dan lebar 12 cm. Pojok atas mereka bulat, ini bisa dilakukan freehand atau bantuan kompas.
      * Spoiler adalah sepotong yang lebih rendah adalah 20 cm tepi, memiliki lebar 8 cm dan 3 cm setiap sisi, diagonal dari mana mereka bergabung dengan tepi atas berukuran 10 cm.
      * Potong template dengan gunting.

2. Selubung papan busa

* Tempelkan kertas kilau pada kedua sisi papan busa, Anda dapat menggunakan silikon cair atau lem. Idenya adalah untuk memiliki minimal 2 warna, satu untuk tubuh pesawat dan satu untuk sayap dan spoiler.
      * Sangat penting untuk menggunakan kertas ringan untuk tidak menambah berat badan lebih untuk pesawat dan bisa terbang.

3. 

Pelanggaran dengan pensil untuk tambang template ke papan busa.
4. potong

* Dengan utilitas pisau untuk memotong potongan-potongan pesawat, menggunakan penggaris logam sebagai panduan.
      * Untuk memotong papan busa, Anda harus terlebih dahulu membuat garis di papan tulis, dan kemudian meninjau dengan pisau sesering yang diperlukan untuk mengusir potongan.

5. Konsep

* Untuk membuat draf perakitan harus dibuat dalam tubuh dari ekor, pesawat dan sayap, yang dipotong dengan cara yang sama dengan pisau utilitas dan penggaris besi.
      * Tubuh pesawat hanya pusat, atau 25 cm. Pada saat itu, mengukur lebar sayap yang adalah 12 cm, 6 cm menghitung di setiap sisi pusat. Menuju bagian depan pesawat 3 cm memiliki lebih sesuai sayap. Ketebalan skala ini adalah 4 mm, yang merupakan ketebalan papan busa.
      * Ekor pesawat pergi ke kedalaman 4 cm dan 4 mm lebar (ketebalan material). Lokasi skala ini adalah sedikit lebih tinggi dari pusat ekor.
      * Ini kedalaman yang sama (4 cm x 4 mm) harus menyerahkannya kepada sayap untuk membuat renda.
      * Pada sayap hanya pusat rancangan, yaitu pada 30 cm, kedalaman ini adalah 3 inci panjang dan agar sesuai sayap pada tubuh pesawat.

6. Lengan

* Fit kios sayap badan pesawat.
      * Merakit aileron ke ekor pesawat.


Sumber : http://yourselfathome.blogspot.com   
 

Cara Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Sesuatu yang tidak wajar bila mendengar bahwa ada yang takut menggunakan Alat pemadam kebakaran, karena tidak yakin apa yang akan terjadi bila digunakan. Dalam Keadaan darurat, setiap orang harus tahu bagaimana cara menggunakan Alat pemadam kebakaran tanpa mempedulikan ukuran dan bentuk dari alat tersebut.

*Langkah 1. Tarik pin pengaman yang berada di atas Tabung pemadam kebakaran.

*Langkah 2. Arahkan ujung pipa semprotan pada tempat dimana api menyala.

*Langkah 3. Remas pemegang tabung Alat pemadam kebakaran untuk melepas semburan bahan pemadam.

*Langkah 4. Gerakkan ujung pipa ke kiri dan ke kanan untuk menyebarkan bahan pemadam api yang keluar dari tabung.

Periksa kembali apakah masih ada bara api, pastikan bahwa api telah mati. Bila masih ada api, tinggalkan tempat dan carilah pertolongan. Penyemprotan dengan pemadam api tipe foam harus k secara langsung sehingga foam akan membentuk selimut yang akan menutupi permukaan cairan yang terbakar. 
Metode dalam menggunakan pemadam api tipe CO2 adalah dengan menggerakan ujung pipa ke kiri dan ke kanan di permukaan material yang terbakar.



Sumber :  Media IFFC

Cara Mengasah Gergaji Manual


Beberapa teknik tertentu memang dibutuhkan untuk mengasah mata gergaji menjadi gergaji yang tajam dan baik. Mengasah gergaji tidak sekedar membuat semua jajaran mata gergaji menjadi lebih runcing akan tetapi kita perlu perhatikan beberapa detail yang akan sangat besar pengaruhnya untuk kemudahan menggunakan gergaji tangan.

Sebagai tukang kayu walaupun belum profesional saya kira pengetahuan ini bisa membantu untuk mengatasi masalah pada waktu gergaji tangan 'dianggap' tumpul atau memang perlu ditajamkan.


Kelurusan Bilah gergaji
Bilah gergaji harus benar-benar lurus tanpa bengkok sehingga pada waktu gerakan menggergaji garis potong yang akan dihasilkan terjaga ukurannya dan tenaga yang dibutuhkan untuk mendorong ataupun menarik gergaji tidak terlalu besar, terutama pada waktu garis potong sudah memiliki kedalaman tertentu. Bilah gergaji yang bengkok bisa berakibat garis potong menjadi lebih besar dan hasil gergaji tidak halus/rata.

Barisan Mata Gergaji
Pengasahan harus memperhatikan hasil akhir pada posisi mata gergaji. Semua ujung mata gergaji harus terletak pada satu garis lurus dengan sekecil mungkin toleransi. Begitu pula dasar sudut mata gergaji juga harus tetap berada pada satu garis lurus.
Ketidakrataan posisi barisan mata gergaji berarti tidak semua mata gergaji bekerja maksimal. Hanya mata gergaji paling tinggi yang bekerja memotong kayu. Situasi ini membuat penggergajian lebih berat dan lebih lama. Juga bisa membuat gergaji lebih cepat tumpul terutama pada mata gergaji tertinggi.


Ruang Gerak
Jika diamati dari dekat anda perhatikan bahwa semua mata gergaji bengkok, mempunyai sudut tertentu dari bilah gergaji. Dan susunannya selalu berbanding sama. Misalnya mata gergaji urutan genap akan bengkok ke kiri dan mata gergaji urutan ganjil bengkok ke kanan. Sudut ini juga tidak ditentukan secara acak. terdapat alat khusus untuk mengatur sudut mata gergaji yang disebut Gripper (paling tidak itu istilah yang saya ketahui).
Gripper membengkokkan mata gergaji satu persatu sehingga terdapat ruang gerak untuk bilah gergaji pada waktu gerakan menggergaji. Lebih besar sudut yang dihasilkan lebih besar lebar garis potong pada kayu.


Mengapa ini perlu?
Apabila sudut mata gergaji terlalu kecil pada lebar bilah gergaji akan membuat bilah gergaji terjepit pada waktu gerakan menggergaji dan karena besarnya gesekan antara bilah gergaji dengan sisi kayu yang dibelah/dipotong sehingga timbul bekas hitam seperti terbakar atau mengkilap yang bisa membuat proses finishing kurang memuaskan.

Sumber : http://www.tentangkayu.com

Cara Menggunakan Meteran untuk Kayu

Karena harganya yang murah dan mudah didapat di toko bangunan manapun, alat tukang kayu ini seringkali tidak dirawat dengan baik ataupun tidak diperhatikan bagian-bagian pentingnya. Lagipula memilih meteran yang baik sebenarnya bukan berarti yang mahal dengan konversi ukuran yang berlebih.

Berikut ini hal yang kita perlu perhatikan sebelum membeli meteran maupun ketika kita menggunakannya sebagai alat bantu:
1. Angka skala ukuran harus jelas dan tidak mudah mengelupas. Cek kebenaran skala ukuran dengan alat ukur lain yang lebih presisi (misal: caliper atau mata bor).

2. Bagian stopper ujung meteran 'HARUS' fleksible, bisa bergerak maju/mundur sebesar ketebalan batang stopper ujung. Hal ini penting untuk keakuratan hasil pengukuran bagian dalam sebuah kabinet atau kedalaman lubang konstruksi.
3. Sebaiknya pilih meteran yang ada rolling stoppernya untuk menghindari gerakan melipat yang terlalu cepat sehingga jari dan tangan kita terhindar dari luka gesekan.
4. Jaga agar batang meteran tetap lurus (tidak bengkok atau melintir) sehingga hasil pengukuran tetap benar.
5. Untuk mengukur bidang yang tidak siku, gunakan sebatang kayu lurus atau batang besi lurus untuk awal pengukuran.
6. Jangan gunakan meteran untuk membuat garis lurus.
7. Jangan gunakan meteran bahan logam untuk mengukur bidang melengkung.

Semoga tips tersebut bermanfaat buat anda.


Sumber : http://www.tentangkayu.com

Cara Menggunakan Gergaji Manual

Untuk orang yang pertama kali memegang gergaji tangan sering kali tidak menyadari bagaimana memegang gergaji pada posisi yang benar agar proses pembelahan atau pemotongan kayu berjalan dengan baik dan mudah. Karena apabila kita menggunakan gergaji yang benar dalam posisi yang tepat akan terlihat bahwa tidak hanya tukang kayu yang bisa melakukannya dengan baik dan cepat.

Prinsip utama menggunakan gergaji tangan adalah bahwa kita harus mengetahui jenis gergaji yang sesuai dengan arah serat kayu.


Memotong Kayu

Jenis gergaji yang terbaik adalah gergaji potong yang memiliki mata gergaji tegak. Posisi ini disesuaikan dengan arah serat. Mata gergaji yang tegak lebih kuat untuk memotong serat dan akan terasa lebih ringan pada waktu memotong.

Letakkan benda kerja di atas media yang stabil, lebih baik apabila bagian sisi lebar dibatasi dengan pembatas yang tidak mudah bergerak. Pada garis potong sesuai ukuran yang diinginkan letakkan ujung kuku ibu jari berbatasan langsung dengan gergaji.
Selalu gerakkan gergaji ke arah belakang untuk membuat alur gergaji. Untuk hasil terbaik sebaiknya gunakan tenaga dorongan untuk memotong serat kayu. araha ke belakang murni hanya untuk mengambil posisi semula.



Membelah Kayu
Secara teknik ini lebih ringan daripada memotong kayu karena proses utamanya adalah memisahkan ikatan pori-pori kayu. Mata gergaji berbentuk lebih miring dengan sudut tertentu.
Untuk kestabilan pembelahan benda kerja sebaiknya diikat dengan sebuah 'clamp' ke meja kerja atau bangku kerja. Posisi kuku ibu jari sama dengan proses pemotongan kayu.



Sudut gergaji.
Menggunakan gergaji potong paling ideal berada pada sudut 45 derajat dan gergaji belah pada posisi 60 derajat untuk hasil terbaik.


Sumber : http://www.tentangkayu.com

Cara Menggunakan Pahat Kayu

Sangat penting untuk menggunakan alat kerja manual dengan benar dan aman. Akan bermanfaat mempercepat proses kerja dan menjaga kualitas hasil kerja. Berikut ini cara menggunakan pahat dengan benar dan aman.

Gunakan dengan Tepat:
- Gunakan jenis pahat yang tepat untuk pekerjaan yang sedang anda lakukan. Ada 3 jenis penampang pahat dengan fungsi yang berbeda.
(1) penampang lebar khusus untuk membersihkan/perataan permukaan;
(2) penampang trapesium untuk membuat lubang atau alur;
(3) penampang balok untuk membuat lubang pen yang dalam.

- Selalu jaga ketajaman pahat. Sudut asah yang baik adalah 25 derajat, dan sudut ketajaman (ujung pahat) yang ideal 30 derajat.
- Jangan pernah mencoba memotong terlalu banyak atau terlalu dalam. Pekerjaan ini bisa mengakibatkan pahat patah dan beresiko terhadap keselamatan kerja.
- Selalu ikat benda kerja pada meja atau bangku menggunakan 'clamp' dan perhatikan agar posisi 'clamp' tidak mengganggu proses kerja.
Dengan cara yang aman:
- Selalu pegang pahat pada bagian belakang dan selalu jaga posisi kedua tangan pada bagian belakang pahat.
- Ikat benda kerja dengan menggunakan klem sehingga tidak bergerak.
- Selalu posisikan kedua kaki anda di atas lantai.
- Pasang penutup/pengaman mata tajam pahat ketika sedang tidak digunakan.
- Selalu pakai kacamata pengaman pada waktu bekerja menggunakan pahat untuk menghindari serpihan kayu.
- Jangan pernah meletakkan ataupun menyimpan pahat di dalam saku.
- Gunakan pahat untuk memahat kayu, bukan untuk membuka sekrup atau mengungkit paku.


Sumber : http://www.tentangkayu.com

Menguji Kekuatan Lem Kayu



Lem kayu dan metode aplikasinya menjadi bagian paling penting dalam proses pekerjaan kayu, terutama kayu untuk furniture.

Sebagai pilihan utama teknis dan metode sambungan, lem kayu berperan sangat besar dalam hal menentukan kekuatan konstruksi kayu. Artikel ini hanya akan membahas jenis lem kayu PVAC (Polyvinyl Acetate) atau lebih dikenal dengan nama lem putih, karena memang warnanya putih.

Untuk melihat seberapa kuat lem yang anda gunakan pada perabot kayu, mari kita lihat beberapa metode yang praktis.

1. Cross Grain - Ilustrasi di bawah adalah pengeleman 2 batang kayu tanpa konstruksi apapun. Setelah lem benar-benar kering, berikan tekanan pada bagian batang yang melintang dengan tekanan secara bertahap dalam beberapa kekuatan dorong yang berbeda.
Dari setiap langkah tersebut, amati pergerekan sambungan dan kondisi terakhir kayu pada saat sambungan terbuka karena tekanan. Dengan menggunakan jenis lem sama dari merek yang berbeda, anda akan menemukan merek tertentu memiliki ketahanan berbeda.

Ilustrasi posisi sambungan


2. Searah Serat - Dari sebatang kayu balok, potong dengan sudut potong kurang lebih 15 - 20 derajat. Lalu sambungkan kembali dua potong kayu tersebut dengan menggunakan lem putih. Sambungan tepat pada bekas gergajian.
Setelah lem benar-benar kering, ikat potongan kayu sehingga tidak bergerak dan lakukan tekanan terhadap sisi lainnya secara bertahap sampai kedua batang kayu tersebut terpisah sebagaimana garis pemotongannya (atau kadang serat kayu ikut terbuka).



3. Perendaman - Cara ini lebih cocok untuk pengetesan lem pada perabot luar ruangan (garden furniture). Dua batang kayu dengan ukuran sama dilapiskan menjadi satu (persis proses laminasi) dan tunggu hingga benar-benar kering.
Lalu kayu laminasi tersebut direndam di dalam air hingga meresapnya air akan mempengaruhi sambungan tersebut. Kualitas lem yang baik biasanya akan bertahan lebih lama.

Tentu saja ada beberapa metode lain yang lebih akurat dan aktual yang bisa anda gunakan. Secara praktis, dari ketiga metode di atas akan dapat segera diketahui jenis lem mana yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan.

Untuk menghasilkan reset yang fair dan jelas, ada beberapa tips khusus yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan jenis kayu yang sama dengan kekerasan (density) yang tidak jauh berbeda.
2. Lem kayu normalnya harus dibiarkan kering 24 jam setelah penyambungan, namun ada beberapa merek dan jenis lem putih tertentu yang memiliki 'drying time' berbeda. Sebaiknya ikuti petunjuknya dengan seksama.
3. Ukuran kayu untuk pengetesan juga harus sama agar memiliki tekanan yang relatif setara.
4. Lakukan aplikasi pengolesan lem dengan cara yang sama pada semua kayu yang diuji.
5. Jarak titik tekanan dengan titik pusat sambungan harus sama, sehingga moment yang diterima juga sama.



Sumber : http://www.tentangkayu.com